Center of Human Rights Law Studies Faculty of Law Universitas Airlangga

About Us

About Us

Center of Human Rights Law Studies Faculty of Law Universitas Airlangga

CENTER OF HUMAN RIGHTS LAW STUDIES



CENTER OF HUMAN RIGHTS LAW STUDIES (Pusat Studi Hukum Hak Asasi Manusia) atau lebih dikenal dengan HRLS merupakan salah satu unit di bawah Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang secara khusus melakukan kegiatan penelitian dan pengkajian di bidang Hak Asasi Manusia. HRLS dibentuk berdasarkan SK Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Nomor 226A/H3.1.3/KD/2010 tanggal 24 Agustus 2009.

 

Visi

Penguatan institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mengubah kesadaran untuk memajukan Hak Asasi Manusia melalui pendidikan kritis tentang hukum (critical studies of law)


Misi

• Mempromosikan hukum Hak Asasi Manusia melalui pendidikan hukum kritis;
• Memberdayakan metodologi pembelajaran Hak Asasi Manusia dan penelitian melalui metode partisipatif untuk mengubah kebijakan politik ekonomi; dan
• Membangun jejaring strategis untuk memajukan kebijakan Hak Asasi Manusi di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Penelitian & Pengkajian

Our research and assessment activities

Kegiatan

Penelitian

Penelitian dilakukan pada isu-isu konstitusionalisme hak asasi manusia, hukum ham internasional, bisnis dan ham serta isu kebebasan.

Penelitian diupayakan dengan kolaborasi antar perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Komitmen HRLS diupayakan melalui program kolaboratif, khususnya berjaringan melalui Serikat Pengajar HAM (SEPAHAM Indonesia), Southeast Asian Human Rights Studies Network (SEAHRN) dan ASEAN University Network Human Rights Education (AUN-HRE) melalui program SHAPE-SEA (Strengthening Human Rights and Peace Research and Education in ASEAN/Southeast Asia), yang mana HRLS terlibat dari awal sebagai pendiri sekaligus dan mengupayakan kerjasama antar perguruan tinggi.

Pengkajian

Pengkajian dilakukan baik secara berkala, maupun dalam kuliah-kuliah tamu. Kajian diarahkan pada isu yang sinergi dengan penelitian dan pengabdian masyarakat, sehingga menjadi satu kesatuan untuk pembaruan hukum hak asasi manusia yang lebih progresif.

Fokus kajian akan diarahkan pada isu Keadilan Sosial, yang rencananya akan mengembangkan Laboratorium Keadilan Sosial (Social Justice Laboratorium).

Bentuk atau formatnya,

Lingkar Belajar di Kampus (minimal 1 bulan sekali)

Lingkar Belajar di Masyarakat (sesuai perencanaan program bersama, akan dibahas lebih lanjut dalam Raker khusus HRLS).

ISU STRATEGIS. Untuk pengembangan isu strategis selama 5 tahun (2015-2020), baik pengkajian dan penelitian, rencana akan diupayakan pada 6 isu berikut,

1.     Business and Human Rights

2.     Natural Resources Rights

3.     Minority Rights and Religious Freedom

4.     Freedom of Expression

5.     Academic Freedom

6.     Local Government and Human Rights

Pengabdian Kepada Masyarakat

HRLS selama ini memprioritaskan pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan advokasi kebijakan, terutama dalam sektor,

1. Buruh melalui program Jaminan Sosial

2. Petani dan warga pedesaan melalui program Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Sosial (melalui implementasi UU Desa)

3. Buruh Migran melalui program penguatan Legislasi Daerah dan Jaminan Sosial

Pengembangan Jaringan Akademik dan Pembaruan Kurikulum Berperspektif Hak Asasi Manusia 

HRLS telah mengembangkan jaringan akademisi, utamanya melalui pendirian SEPAHAM (Serikat Pengajar HAM Indonesia), SEAHRN (Southeast Asian Human Rights Studies Network) dan AUN HRE (Asean University Network Human Rights Education), melalui program SHAPE-SEA. HRLS selalu berpartisipasi dal am Konferensi SEPAHAM dua tahunan, Konferensi SEAHRN dua tahunan dan berbagai forum internasional terkait.

Adapun pengalaman pengelolaan aktifitas berjaringan, sebagaimana terlihat dalam kegiatan berikut (sejak berdiri – 2012)

· Involving Alternative Policy or Report (Shadow Report on Elimination Racial Discrimination), Geneva Report – July-August 2007 (cooperation with Human Rights Working Group/HRWG

· Konferensi Warisan Otoritarianisme, Demokrasi dan Tirani Modal: Ketatanegaraan (HRSL, 5-7 Agustus 2008, UI Jakarta)

· Attending the Conference of Asian Muslim Lawyer Association, AMAN – Bangkok, Thailand, November 2007 (represented by Dwi Rahayu K).

· Researcher Team: Law and Its Implementation Review of Labor Act in Indonesia – 7 provinces, Indonesia, 2007-2008

· Making Legal Opinion for Human Rights Cases (Lapindo Case, Land Rights in Mojokerto, and Alas Tlogo Case) – September 2008 (cooperation with Komnas HAM)

· Academic Representing to be a member of Monitoring Team (National Human Rights Commission-Komnas HAM), concerning Alas Tlogo case – Pasuruan/Jakarta, Indonesia 2008

· ILO Consultant on The Rights of Migrant Worker (Dwi Rahayu) – Surabaya, Indonesia, September-December 2009 (Cooperation with Law and Human Rights Department)

· Attending Human Rights Colloquium 2010 on New Media dan Human Rights – Nottingham University, UK, March 2010

· Establishing Southeast Asia Human Rights Network (SEAHRN), based in Mahidol University – Bangkok, Thailand, October 2009-June 2010

· The 1st International Conference on Human Rights in Southeast Asia – Bangkok, Thailand, 14-15 October 2010

· SEAHRN Meeting for Human Rights Text Book in SEA – Malaysia/Kuala Lumpur (26-27 Maret 2011), represented by Rosa Ristawati.

· Academic Research Workshop, Hanoi, Vietnam, 1-3 August 2011. HRLS was represented by Herlambang Perdana and Dri Utari.

· Support SEPAHAM’s National Conference on Human Rights, Surabaya 20-22 September 2011. The host for this conference is Pusham Ubaya

· Human Rights Education Program, SEAHRN, 23-28 October 2011, Yogjakarta, Indonesia. HRLS was represented by Syaiful Aris

· Book Launching Breaking the Silence, in Puri Artha Hotel in Yogyakarta, Indonesia on 28 October 2011. This was attended by Herlambang Perdana, as one of authors.

· The 2nd International Conference on Human Rights in Southeast Asia – Jakarta, Indonesia, 17-18 October 2012.

· The 3rd International Conference on Human Rights in Southeast Asia –Kuala Lumpur, Malaysia, 24-25 October 2014.

· Movies for Human Rights and Social Justice, July 2015

· Eksaminasi Publik (fasilitator) dalam Kasus PTUN Semarang, Warga Rembang v. Gubernur Jawa Tengah, 2015

· Making Legal Opinion for Human Rights Cases (Wongsorejo Banyuwangi), 2015.

· International Conference on “Freedom and Constitutionalism”, Santika Hotel, 7-8 Desember 2015, kerjasama dungeon SEAHRN, AUN Human Rights, SEPAHAM dan ELSAM.