Pusat Studi Hukum HAM Universitas Airlangga menggelar workshop Pendidikan HAM Perempuan dengan topik khusus Analisis Kebijakan Pemberdayaan Perempuan dan Tantangannya, Senin 13 Januari 2020 di Gedung B Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari unsur mahasiswa, ormas perempuan juga pegiat gerakan perempuan ini merupakan workshop pertama pada tahun 2020 yang diselenggarakan oleh HRLS.

Dalam workshop yang bekerjasama dengan Women and Youth Development Institute of Indonesia (WYDII) dan Women Learning Partnership (WLP) ini menghadirkan 5 orang narasumber yaitu: Yenny Luthfiana (AMAN Indonesia co. Jatim), Dwi Rahayu Kristianti (Kepala Departemen Hukum Konstitusi Fakultas Hukum UNAIR), Eka Rahmawati (Komisioner Bawaslu Jatim Divisi Organisasi), Zendy Wulan Ayu W.P (Dosen Hukum Konstitusi Fakultas Hukum UNAIR) dan Erna Susanti (DPRD Jawa Timur).

Kajian yang terdapat dalam workshop ini adalah menelaah kembali teori teori tentang HAM dan juga membahas mengenai hak perempuan serta keterkaitannya dengan pengaruh hak pada anak. Tidak hanya membahas tentang perlindungan hak hak perempuan dalam kehidupan sehari hari, namun juga workshop ini mengkaji tentang keterlibatan perempuan dalam kelompok politik, melihat masih adanya ketimpangan jumlah yang tidak sesuai antara laki laki dan perempuan dalam pemerintahan di Indonesia.

Setelah sesi paparan materi selesai yang dipaparkan oleh narasumber, kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian kelompok kecil guna untuk memecahkan masalah mengenai isu isu yang sedang terjadi di Indonesia, dengan ini diharapkan peserta workshop mampu menemukan solusi untuk terus dapat mempertahankan dan memperluas perlindungan HAM terhadap perempuan di Indonesia.

 

Penulis: Akbar Hazzana